web hit counter Hapus Perda Syariah, Jokowi Menabuh Genderang Perang Terhadap Umat Islam! | SILAHKAN BAGIKAN

Hapus Perda Syariah, Jokowi Menabuh Genderang Perang Terhadap Umat Islam!

Hapus Perda Syariah, Jokowi Menabuh Genderang Perang Terhadap Umat Islam!


Pemerintahan Jokowi cabuti Perda Islam dari membaca Alquran sampai memakai busana Muslim, berarti sudah mulai menjalankan misi kristenisasinya yang selama ini berusaha disembunyikan dengan berbagai cara mencitrakan diri sebagai Muslim.

Seolah-olah Jokowi lupa akan usahanya selama ini menampakan dirinya sebagai seorang Muslim yang shalih. Dia tidak lagi peduli dengan segala selogan Islami yang diungkapkan dalam beberapa pidatonya supaya kembali kepada Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallan. Jokowi juga tidak lagi mempedulikan hak otonomi daerah yang selama ini diperjuangkan oleh tokoh-tokoh dan pemimpin kaum Muslim.Jokowi sudah resmi mencabut 3.143 perda termasuk perda miras dan semua yang mengandung unsur keislaman. Di antaranya adalah himbauan berbusana islami pegawai

Seorang tokoh kaum Muslimin yang menjabat sebagai wakil ketua komosi II DPR: Almuzzammil Yusuf menjelaskan, Pemerintah harus mempertimbangkan moralitas, norma, nilai agama, norma masyarakat daerah, dan kondisi generasi masa depan bangsa Indonesia apabila mencabut Perda.

Al Muzammil menegaskan pentingnya Pemerintah Pusat menghormati hak otonomi daerah bagi Pemerintahan Daerah dalam membentuk peraturan daerah yang dilindungi Konstitusi RI.

Agar gamblang dan taranfaran apa yg sudah dilakukan jokowi atas misi kristenisasinya berikut adalah contoh-contoh perda yang telah dicabut Jokowi melalui Mendagri Tjahjo Kumolo, dari daerah berpenduduk muslim:

Himbauan berbusana muslim kepada kepala dinas pendidikan dan tenaga kerja.
Wajib bisa baca Al Qur’an bagi siswa dan calon pengantin.
Kewajiban memakai jilbab di Cianjur.
Pelarangan membuka restoran, warung, rombong dan sejenisnya di bulan ramadan. Makan dan minum atau merokok di tempat umum pada bulan ramadan.
Khatam Al Quran bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.
Tata cara pemilihan Kades, calon dan keluarganya bisa membaca Al Quran.
Kewajiban membaca Al Quran bagi PNS yang akan mengambil SK dan Kenaikan Pangkat. Begitu juga calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU, dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.
Kewajiban memakai busana muslim (Jilbab) di Dompu.
Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, qosidah, dll)
Sedangkan di DKI tidak satu pun perda nya yang disentuh. Jika ada demo dan unjuk rasa, sebesar apa pun itu, tidak ada saluran televisi yang menyiarkannya. Hal tersebut belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, bahkan pada jaman Orde Baru sekali pun. Betapa saat ini rakyat dikhianati oleh stasiun-stasiun televisi yang tidak transparan.

Selama ini Perda-perda Islam yang telah dilaksanakan diseluruh Indonesia cukup menjadi obat yang mampu membuat jiwa-jiwa Muslim yang haus syari’ah menjadi sedikit bahagia.Tetapi belum lagi perda-perda Islam meningkatkan usahanya kearah pelaksanaan syari’ah secara lebih besar dan meluas datanglah Jokowi dengan genderang perangnya ? Barangkali disini kita berhenti sejenak mentadabbur firman Allah:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Wahai orang-orang mukmin, sebagian besar kaum Yahudi dan Nasrani menginginkan kalian menjadi kafir setelah kalian beriman. Mereka dengki kepada kalian setelah bukti-bukti kerasulan Muhammad jelas bagi mereka. Karena itu, maafkanlah dan berilah tempo kepada orang-orang kafir sampai Allah menimpakan adzab-Nya kepada mereka. Sungguh Allah Mahakuasa mengatur apa saja. (QS Al-Baqarah (2) : 109)

Dan firman Allah lagi:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Wahai Muhammad, kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepadamu sampai kamu mau mengikuti agama mereka. Wahai Muhammad, katakanlah: “Sungguh Islam itulah agama Allah yang sebenarnya.” Sekiranya kamu mengikuti agama kaum Yahudi dan Nasrani, padahal telah datang kepadamu perintah untuk mengikuti Islam, niscaya tidak ada orang yang dapat menolong kamu dari siksa Allah di akhirat. (QS Al-Baqarah (2) : 120)

Dua ayat diatas menjelaskan tentang misi Kristenisasi sepanjang masa dibelahan bumi manapun adanya..jadi apa yg dilakukan jokowi tidak lagi dapat disembunyikan bahwa kebenciannya kpd Islam terkuak melalui sepak terjang kekuasaannya menghapuskan perda-perda Islam,dan ini berarti genderang perang thd Islam telah mulai ditabuh….

Jokowi telah meninggalkan koto Solo dibawah kekuasaan wakilnya yang beragama Kristen Katolik: Fx Hadi Rudiyatmo,dan sekarang Solo sudah menjadi kota Kristen.

Akankah kota Jakarta akan menyusul Solo akan menjadi kota Kristen dengan strategi yang sama?

Sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI pada 29 September 2012 dan dilantik pada 11 oktober 2012 ,kemudian ditetapkanlah Ahok menjadi wakilnya.Ketika Jokowi dilantik menjadi presiden pada 20 oktober 2014,maka praktis Jakarta dipegang oleh wakilnya Ahok..Perjalanannya sepertinya sudah dirancang sedemikan rupa sehingga kota Jakarta tidak mustahil akan menyusul Solo.

Saksikanlah sepak terjang Ahok yang gaya kepemimpinannya sejak awal anti Islam dan tidak segan-segan menghina dan menginjak syari’ah Islam dari seluruh seginya,seakan tidak ada umat Islam didepan matanya yang berani menetangnya…

Perkataan Ahok yang menyebut Jilbab mirip serbet benar-benar penghinaan dan perkataan ini tidak akan keluar melainkan dari manusia ediot dan dungu.Memang mulut Ahok adalah mulut manusia terkutuk,dan laknat Allah bagi orang -orang kafir (QS Al Baqarah 2:89)…

Katakanlah kebenaran ini wahai orang-orang yang beriman,karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

إن من أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر

“Sesungguhnya di antara seagung-agungnya jihad adalah menyampaikan kalimat yang haq di hadapan penguasa yang zhalim.” (HR. At-Tirmidzi)

Mari suarakan perkataan ini ke seluruh kaum muslimin di negeri ini sebagai amal sholeh & jihad fiesabilillah karena bulan Ramadhan adalah bulan Jihad.
(شهر رمضان شهر الجهاد )

Al Ustaz Abu Muhammad Jibriel AR

(*/arrahmah.com)



Silahkan Like Dan Share :) Terimakasih